Home > Tips dan trik > OVERCLOCKING

OVERCLOCKING

Overclocking adalah suatu istilah popular dan bukan suatu keahlian teknik atau istilah ilmiah. Istilah teknik yang benar adalah speed-margining {umumnya} dan undertiming [kurang umum}. Anda dapat juga melakukan overclock terhadap bus komputer. Overclocking berarti menjalankan prosesor pada clock dan bus yang lebih tinggi sehingga mempercepat prosesor tersebut.
Overclocking dapat meningkatkan kinerla PC pada waktu yang singkat dan tanpa biaya tambahan. Dalam banyak kesempatan, anda hanya perlu mengubah beberapa setting pada motherboard untuk membuat PC Anda berjalan lebih cepat. Anda hanya perlu menambahkan beberapa komponen {yang umumnya untuk mendinginkan} untuk mencapai peningkatan kerja.

Dulu, overclocking pada umumnya hanya untuk meningkatkan speed clock prosesor agar menyamai seri prosesor yang lebih tinggi, misalnya Pentium 120 menjadi Pentium 133. Dengan bus speed yang tersedia pada beberapa motherboard, anda dapat mengubah speed clock dan bus pada suatu prosesor. Dengan overclocking , akan didapat kemampuan, kinerja, serta kecepatan melebihi kemampuan standarnya. Contohnya, P200 menjadi 250 Mhz, Pentium pro 200 menjaid 233 MHZ.
Dua variabel yang menentukan kecepatan prosesor adalah Front Side Bus {FSB} dan Clock Multiplier. Dengan melakukan modifikasi dua variabel ini anda bisa menentukan speed clock prosesor tersebut. FSB {bus speed}, disebut juga system bus atau external bus, digunakan prosesor untuk berkomunikasi dengan memori dan peripheral. Persamaan perhitungan kecepatan prosesor adalah:

FSB Speed x Clock Multiplier = Prosesor Speed

Misalnya, Pentium 233 MHz MMX memiliki FSB sebesar 66 Mhz. Dengan menggunakan Clock multiplier sebesar 3,5 didapat speed prosesor internalnya 233 MHz. Chipset berfungsi untuk mengendalikan clock multiplier dan bersama dengan FSB menentukan core speed prosesor tersebut. Dengan memodifikasi clock multiplier dan FSB, anda dapat meningkatkan core speed sehingga prosesor akan berjalan dengan lebih cepat.

PENGERTIAN FSB
FSB (Front Side Bus) yang sering juga disebut sebagai system bus adalah jalur (bus) yang secara fisik menghubungkan prosesor dengan chipset northbridge pada motherboard. Jalur ini sebagai tempat lintasan data/informasi yang diwujudkan dalam bentuk sinyal-sinyal elektronis. Jalur ini merupakan jalur dua arah, artinya aliran data/informasi bisa berjalan dari prosesor menuju motherboard atau sebaliknya. FSB juga menghubungkan processor dengan memori utama.

Bandwidth maksimum FSB ditentukan lebar FSB (wide FSB), frekuensi FSB, dan jumlah transfer per detik (transfer/tick). Misalkan lebar FSB 32 bit (setara 4 byte) dengan frekuensi 200 MHz dan 4 transfer per detik. Bandwith maksimumnya adalah:

Lebar FSB x frekuensi FSB x jumlah transfer per detik

= 4 x 200 x 4

= 3200 Mega Byte perdetik

Maknanya adalah jumlah data maksimum yang bisa dialirkan oleh FSB adalah 3200 MB per detik. Makin besar bandwidth FSB makin cepat komputer bekerja. Namun, hal ini juga bergantung pada kemampuan komponen-komponen lain dalam mendukung kerja komputer (prosesor), misalnya cache memory, memori utama, teknologi-teknologi lain yang terkandung dalam prosesor itu sendiri.

Bandwidth adalah jumlah data maksimum yang dapat dipindahkan dalam satuan waktu tertentu. Biasanya diukur dengan satuan byte per detik, bit per detik atau tingkatan satuan yang lebih besar, misalnya mega byte per detik, giga bit per detik. Satuan ini tergantung besar data atau sesuai keperluan pemakai/ penghitungnya.

Kemampuan transfer per detik yang dimiliki FSB tergantung teknologi yang digunakan pada prosesor tersebut. Misalnya teknologi GTL+ mampu melakukan 2 transfer per detik, EV6 melakukan 4 transfer per detik, sedangkan teknologi AGTL+ mampu mencapai 8 transfer per detik.

FSB merupakan ‘tulang punggung’ hubungan antara prosesor dengan chipset pada motherboard, karena melalui FSB inilah keduanya saling mengirim dan menerima data/informasi. Melalui system bus chipset berhubungan ke komponen lain yang terhubung pada motherboard. FSB digunakan untuk mengomunikasikan antara motherboard dengan komponen lainnya.

Patut dicatat bahwa semua sistem bus (PCI, AGP, memory) pada motherboard terhubung ke chipset, sehingga dapat dikatakan bahwa chipset menjadi titik sentral koneksi sistem bus pada motherboard. Dengan demikian tidaklah salah bila disebutkan bahwa FSB menghubungkan prosesor dengan komponen (device) lain dalam satu sistem komputer melalui chipset yang ada pada motherboard.

FSB merupakan jalur penghubung antara prosesor dengan memori utama, juga penghubung antara prosesor dengan chipset (northbridge) pada motherboard.

ISTILAH HYPER TRANSPORT DALAM AMD DAN I7
Pengertian HyperTransport
Istilah HyperTransport (HT) sebelumnya dikenal dengan nama Lightning Data Transport (LDT) adalah saluran komunikasi dua arah (bidirectional) yang berfungsi untuk mentransmisikan data yang bersifat paralel maupun serial yang memiliki bandwidth tinggi dengan tingkat latency (penghambatan) yang rendah. Teknologi ini diperkenalkan pada tanggal 2 April 2001. Banyak perusahaan Intenasional yang memanfaatkan teknologi ini. AMD adalah salah satu perusahaan yang menggunakan dan menerapkan teknologi HyperTransport pada prosesor golongan x86.Sedangkan Intel, pesaing AMD, tetap menggunakan Font Side Bus dan tidak mengadopsi teknologi HyperTransport untuk diaplikasikan pada prosesor produksinya.

1. Pengertian HyperTransport

Terdapat tiga versi HyperTransport, yaitu versi 1.0, 2.0, dan versi 3.0, yang berjalan dengan frekuensi 200 MHz hingga 2600 MHz atau 2.6 GHz (bandingkan dengan PCI yang hanya berjalan dengan frekuensi 33 MHz atau 66 MHz). HyperTransport merupakan sistem koneksi Double Data Rate (DDR), artinya pengiriman (transmisi) data terjadi dua kali dalam satu siklus clock signal, yaitu pada saat kurva sedang tinggi dan rendah. Sistem ini dapat meningkatkan pengiriman data (throughput) hingga dua kali lipat dari biasanya. Dengan demikian, teknologi HyperTransport ini sangat memungkinkan terjadinya laju pengiriman data maksimum hingga 5200 MT/s (Mega Transfer per second = Juta transfer per detik). Frekuensi ini berjalan secara otomatis. Angka tersebut diperoleh dari:

2 x 2600 MHz = 5200 MT/s

HyperTransport secara otomatis mendukung jalur lebar bit hingga 32 bit (4 byte). Pada lebar jalur 32 bit mampu men-transfer 20800 MB (20,8 GB) per direction, sehingga total bandwidth (komulatifnya) menjadi 41.6 GB per link. Nilai ini diperoleh dari perhitungan:

Per direction : 2.6 x 4 x 2 = 20,8 GB

Angka 2,6 adalah Frekuensi maksimum HyperTransport (2.6 GHz)

Angka 4 adalah lebar bit (32 bit ~ 4 byte). Keterangan: 1 byte = 8 bit.

Angka 2 adalah nilai DDR (dua kali pengiriman per siklus clock)

Dengan demikian apabila jalurnya biditectional maka bandwidth komulatifnya (per link) menjadi:

2 x 20,8 GB = 41,6 GB

Hal seperti inilah yang membuat HyperTransport tampak menjadi lebih cepat dari standart umumnya (dari pada FSB biasa).

Istilah HT (HyperTransport) seringkali rancu dengan istilah HT yang mengacu kepada teknologi Hyper-Threading milik Intel, yaitu fitur teknologi yang biasa terdapat pada Pentium 4.Sebenarnya, secara resmi fitur teknologi Hyper-Threading milik Intel ini disebut Hyper-Threading Technology dan disingkat menjadi HTT atau HT-Technology. Jelas di sini, bahwa HT (HyperTransport) berbeda dengan HTT atau HT-Technology

2. Double Data Rate (Double pumped)

Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa Double Data Rate (DDR) adalah sistem pengiriman (transmisi) data yang terjadi dua kali dalam satu siklus clock signal, yaitu pada saat kurva sedang tinggi dan rendah. Sistem ini dapat meningkatkan pengiriman data (throughput) hingga dua kali lipat dari biasanya. DDR ini dikenal juga dengan sebutan double pump, dual pump, dan double transition.

Teknologi ini, antara lain diaplikasi pada Front Side Bus mikroprosesor, bus AGP, DDR SDRAM, dan pada prosesor-prosesor buatan AMD diaplikasikan pada bus HyperTransport. Untuk menjelaskan teknologi DDR memang agak sulit, sebab masih banyak orang yang rancu dalam memahami speed yang mengacu pada clock dengan speed yang mengacu pada bandwidth. Perhatikan penjelasan berikut ini:

Poin 1. Bila dikatakan, frekuensi FSB adalah 100 MHz, bermakna FSB tersebut mampu mengirim 100 juta siklus clock signal per detik

Poin 2. Bila dikatakan, besar FSB adalah 100 MT/s, bermakna FSB tersebut mampu melaksanakan 100 juta transfer data per detik.

Seringkali seseorang menyamakan makna kedua istilah tersebut. Satuan MHz (Mega Herz) disamakan dengan satuan MT/s (Mega Transfer per second = Mega transfer per detik). Misalnya, Jika FSB-nya 100MHz maka FSB tersebut mampu melaksanakan 100 juta transfer data per detik. Padahal pernyataan ini bisa salah, karena makna kalimat poin 1 pada dasarnya berbeda dengan makna kalimat poin 2. Pengertian banyaknya transfer data tidak sama dengan pengertian banyaknya siklus clock signal.

MHz menyatakan banyaknya siklus clock signal per detik, dengan bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan menyatakan banyaknya siklus pengangkutan data per detik, atau banyaknya proses pengangkutan data dalam satu detik.

MT/s menyatakan banyaknya data yang ditransfer per detik, dapat dikatakan menyatakan bandwith FSB.

Jika frekuensi FSB adalah 100 MHz, dan FSB tersebut menggunakan teknologi DDR atau double pumped, maka banyaknya data yang ditransfer dalam satu detik menjadi 2 x 100 = 200 MT/s (karena per siklus clock signal mampu mengirim data dua kali). Dengan kata lain, jika FSB-nya 100 MHz maka akan mampu mengirim data sebanyak 200 juta data per detik.

Jika ditanya: berapa kecepatan atau frekuensi FSB?, jawabnya 100 MHz

Jika ditanya: berapa bandwidthnya?, atau berapa banyak kecepatan mengirim data?, jawabnya 200 MT/s.

Bila FSB menggunakan teknologi DDR, secara matematis dapat dirumuskan :

100 MHz = 200MT/s, bukan 100 MHz = 100 MT/s, karena MHz ≠ MT/s

3. Quad pumped

Dalam ruang lingkup bahasan komputer, istilah pumping menyatakan banyaknya data yang ditransmisi dalam satu siklus clock signal. Jika double pumped (double data rate) bermakna terjadi dua kali transmisi data dalam satu siklus clock signal, yaitu pada saat kurva sedang tinggi dan rendah, maka quad pumped bermakna terjadi empat kali transmisi data dalam satu siklus clock signal, yaitu pada saat kurva sedang berada pada posisi titik tertinggi, titik terendah, dan titik nol.

Dalam suatu sistem komputer, teknologi quad pumped banyak diaplikasikan pada FSB. Perusahaan Intel merupakan salah satu perusahaan mikroprosesor yang juga memanfaatkan teknologi ini untuk diaplikasikan pada FSB. Dengan menggunakan teknologi quad pumped, FSB yang berkecepatan (frekuensi) 266 MHz, akan mampu mengirim (mentransmisi) data sebanyak 1066 MT/s (4 x 266 MHz = 1066 MT/s), karena setiap satu siklus clock signal (1 herz) mampu mentransmisi data sebanyak empat kali. Itulah sebabnya, besar FSB seringkali dituliskan dengan cara:

FSB 1066 MT/s (266 MHz, quad pumped)

atau FSB 1066 MT/s (quad pumped)

atau FSB 266 MHz quad pumped.

Ketiga cara penulisan ditersebut, jelas menyatakan bahwa frekuensi FSB sebenarnya adalah 266 MHz, dengan teknologi quad pumped, kapasitas transmisi data maksimum mencapai 1066 MT/z. Bila FSB dituliskan 1066 MHz, pengertiannya menjadi salah, sebab 1066 MT/s berbeda dengan 1066 MHz.

Jika diketahui frekuensi (clock speed) prosesornya 2,66 GHz, sedangkan FSB-nya 1066 MT/s (quad pumped), maka prosesor tersebut menggunakan multiplier 10x (266 MHz x 10 = 2660 MHz = 2,66 GHz). Multiplier ini adalah faktor pengali untuk mencapai kecepatan prosesor yang telah ditentukan. Sebagai contoh perhitungan:

Prosesor Core 2 Duo E6600 (produksi Intel) mempunyai clock speed 2,4 GHz dengan FSB 1066 MT/s yang menggunakan teknologi quad pumped. Informasi (data) tersebut menggambarkan bahwa frekuensi FSB sebenarnya adalah 266 MHz (1066/4 = 266 MHz), dan prosesornya menggunakan multiplier 9x untuk mencapai clock speed 2,4 GHz (9 x 266 MHz = 2394 MHz ~2,4 GHz).

Di dalam dunia overclock, terkadang satu hal yang terpikirkan, bagaimana mendapatkan nilai tertinggi dari sebuah prsesor yang kita punya. Tidak bisa dikatakan salah, tetapi gak bisa dikatakan benar juga :p
sebenarnya ada 3 kategori overclock, yaitu:

1. Overclock Prosesor
disini pun terbagi lagi menjadi 2, overclock prosesor secara keseluruhan (nilai GHz yang tertinggi) dan overclock FSB prosesor (mendapatkan hasil FSB tertinggi)
Kalau overclock prosesor secara keseluruhan kan udah sebagian besar bisa, belajar dari thread-thread di sini aja….dan ada juga overclock FSB. what’s that?

Seringkali kita nyadar, untuk mendapatkan hasil overclock yang maksimal, yaitu dengan menaikan FSB dan vcore sampai mencapai kestabilan di suhu tertentu, tanpa mengubah multiplier. Sedangkan overclock FSB, perbedaan nya adalah, di tipe overclock ini, kita bermain-main dengan multiplier, dan pada akhirnya mendapatkan multiplier rendah dengan FSB yang sangat tinggi.. 8|

Cara overclock FSB merupakan kelanjutan dari overclock prosesor. Setelah kita mengetahui speed maksimal prosesor tersebut (misalnya kita dapet di angka 420×10, 4 Ghz), maka tahap selanjutnya adalah menurunkan multiplier 1x, sehingga menjadi 420×9. setelah kita menurunkan multipliper, naikkan kembali FSB sampai maksimal, dan menurunkan kembali multiplier nya 1x, naikan lagi FSB, sampai didapatkan muktiplier terendah yang mungkin dicapai prosesor tersebut, dengan FSB tertinggi yang dapat dicapai prosesor tersebut (misalnya nilai akhir/nilai maksimal nya 560×6). itulah yang dinamakan overclock FSB, sesuatu hal yang pasti dijumpai di lomba2 overclock dimanapun..=)
coz…aplikasi seperti superpi tidak bergantung kepada nilai total prosesor,melainkan nilai FSB sebuah prosesor..

Ingat, ketika melakukan overclock prosesor (nilai total maupun FSB), satu hal yang harus diperhatikan, jaga kestabilan memori. Usahakan agar frekuensi memori berkisar antara kurang lebih 10% dari nilai standar nya (misalnya PC6400=400mhz, jadi berkisar antara 360-440). Ini bermaksud untuk menjaga kestabilan memori tersebut, supaya ketika melakukan overclock prosesor ternyata di suatu tahap terjadi bluescreen, kita hanya dapat curiga terhadap prosesor (vcore nya).
Prinsip ini berlaku untuk tipe-tipe overclock lainnya, yaitu komponen lain yang tidak ikut dioverclock harus dalam kondisi stabil. (boleh ngga standard, tapi stabil 8o )

2. Overclock RAM/Memori
Pada tipe overclock ini, selain prosesor harus dibuat stabil, kita juga harus pintar2 dalam memainkan divider / pembagi🙂
Disarankan sebelum memulai overclock memori, kita tahu dulu tingkat kestabilan prosesor kita, bisa sampai di FSB berapa dengan voltase berapa.
Ketika ingin memulai overclock memori, dimulai dengan frekuensi standar prosesor tersebut (MISAL 333Mhz), dan apabila memori yang kita gunakan adalah PC6400 (400Mhz), secara otomatis divider akan mengatur di perbandingan 5:6. Lalu naikkan secara bertahap FSB prosesor sampai dicapai frekuensi RAM yang lebih tinggi, sehingga memori akan berjalan seiring dengan kenaikan FSB prosesor.Pada contoh sebelumnya, frekuensi maksimal prosesor tersebut di multiplier standar adalah 420Mhzx10, sehingga apabila prosesor berlari di kecepatan 420Mhz maka memori akan mengikuti dengan kecepatan (420:5×6 = 504Mhz). Bagi chipset2 sekelas micron, nilai 504Mhz untuk PC6400 adalah nilai yang kecil🙂
Lalu apa yang harus dilakukan? FSB dah mentok, sedangkan memory belom maksimal. Ketika sampai di tahap ini, yang kita bisa lakukan adalah menurunkan FSB prosesor dan mengganti divider ke yang lebih kecil(dilakukan secara bersama2 di BIOS), misalnya 1:1.5(2:3). FSB kita buat di 333Mhz kembali (standar), maka memori akan berjalan di speed 333:2×3 = 500Mhz. Kembali naikkan FSB, lakukan sampai dicapai frekuensi maksimal prosesor..dan ternyata masih bisa bertahan memory nya (pada FSB 420Mhz dengan multiplier 10, divider 1:1.5(2:3), dengan memory berjalan di 420:2×3 = 630Mhz. lakukan tahap yang sama seperti sebelumnya, tarik manggggg…. :thumbsup:

jangan lupa kasih vdimm ya kalo memory dah kelaperan….

3. Overclock Graphic Card / VGA
ini dia yang paling berbeda diantara semuanya. tidak memakai BIOS, hanya dengan on air,memakai software bawaan ato pihak ke3 (disarankan nTune buat nvidia, dan Rivatuner buat nvidia dan ati.)
Cara nya (rivatuner), ke bagian seperti tanda panah di sebelah kanan bagian display, trus pilih yang gambar graphic card (sori gak jelas, soalnya saya post di netbook, gak bisa dipasang rivatuner). Naikan frekuensi secara pelan (1-2Mhz), lalu jalankan aplikasi 3DMark / atau aplikasi benchmarking lainnya. Selain bisa mengetahui nilai dari VGA kita setelah diOC, juga kita bisa mengetahui kestabilan VGA kita setelah diOC. (satu tes di 3DMArk 2006 memakan watu 5-6menit, lumayan buat ngetes kestabilan VGA).
Dalam melakukan overclock VGA, kenaikan clock memori jangan seperti pada prosesor. satu hal yang harus diperhatikan, panas dari VGA tersebut. rata2 VGA high end kelemahannya adalah panas, dan setelah diOC bakal jauh lebih panas🙂
karena mengukur suhu VGA lebih mudah dibandingkan prosesor, cukup saja pegang heatsink pada VGA atau bagian belakang VGA, kalo dirasa sudah sangat panas dan sampat timbul blackscreen, berarti itu nilai maksimal VGA kamu.

kalo VGA, suhu kerja sampai 90′ bukan masalah. HD4830 saya, pernah sampe suhu 110’C, sampe shock

STEP BY STEP OVERCLOCK PROCESSOR
Salam datang di dunia KOC2,semoga sedikit masukan dan cara melakukan overclock secara singkat dapat membantu bro” ato sis” (kalo ada) dalam masalah nge-overclock processor kalian, yang tentunya bro” ato sis” udah dibuat penasaran selama ini tentang OC itu sendiri..
Oke, langsung aja kita mulai semacam tutorial singkat ini kawan”..

Langkah 1 – Komponenku apa yaa??

Coba bro” dan sis” nyari tahu semua komponen kompie yang kalian gunakan ( Motherboard, RAM/Memory , Processor , VGA Card, PSU (Power Supply Unit) ).
Udah tahu semua spesifikasinya? minimal tau deh merek/ tipenya apa…
Oke kita lanjut ke langkah 2…🙂

Langkah 2 – Apa sih merek yang bagus buat OC?

Mulai cari tahu lebih dalem lagi tentang chipset yang motherboard yang kalian pakai. Chipset ini berguna untuk mengetahui seberapa besar kemampuan motherboard dalam membantu overcklocking kinerja processor kalian. Berikut ini daftar chipset” dari INTEL yang kemampuannya sudah bisa untuk di overclock lebih dahsyat. Oh ya, biasanya untuk mengetahui chipset apa yang kalian gunakan di motherboard kalian. bisa liat tipe mobo(motherboard) kalian. Misal Asus Abit IX-38 Quad GT berarti memakai chipset Intel X38. Emang gak semua, tapi diharapkan bisa membantu sedikit.

Chipset Intel yang cocok/bantak dipakai buat OC:
P965
P35
X38
P48
X48
P45
X58 (Core i7 / Nehalem)

Daftar chipset kalian gak ada di sini? Gak perlu khawatir, pada dasarnya OC TIDAK dipengaruhi oleh jenis chipset yang kalian gunakan koq. Cuman, kalo pake chipset yang ada di atas, hasil yang kalian dapet bisa lebih dahsyat. Misalnya kalian masih pake chipset lawas semacam 915P, 945P, hasil yang kalian dapatkan sangat kecil. itu aja koq…
Contoh: aku perna OC procie pentium 3 667Mhz ke 775MHz..ini saat” dimana aku mulai belajar OC🙂

Motherboard:disaranin pake mobo” keluaran biostar,asus,abit,gigabyte

,DFI,pokoknya yang cukup terkenal lah..
saya mencoba ngasih tau beberapa kelebihan masing2 mobo :
Biostar = Harganya murah, dan kemampuannya sangat masuk akal jika ditilik dari price per performance nya. cocok bagi kalian yang suka dengan opsi bios yang mudah, dan tentunya budget tipis :thumbsup: . Tapi, biostar yang seri TP35 / TP45 ya. untuk seri yag lain sih…kurang terjamin..kekurangannya ada di minim nya fasilitas lain seperti firewire, 2xgigabit lan, solid caps…
Asus = kalo di dunia hape, mirip2 kaya nokia lah. menang di nama, dan juga menang di fitur2 nya yang melimpah, tapi kalo soal performa OC, masih berada di bawah DFI dan Biostar. Terkecuali untuk seri asus yang high-end and flagship nya, seperti maximus 2 extreme, rampage 2 extreme…fitur? ya pasti banyak lah…..pilihan yang tepat bagi yang punya budget unlimited
Abit = saya pengalaman di abit IP35 Pro. menurut saya sih mobo ini cocok sekali dijadikan teman overclocking kalian, dengan performa lumayan dan didukung fasilitas yang lebih baik dibandingkan biostar, dan juga after sales nya yang baik. cocok bagi para pemula yang ingin belajar overclocking, dengan budget standar.
Gigabyte = lawan nya asus nih. mirip2 kaya asus deh dia. hehe. gigabyte yang bagus yang seri high end nya, yang diakhiri DQ6. atau mau coba yang seri flagship nya, EP45 Extreme??
DFI = Nah kalo yang ini saya bisa bilang, perfectly choice for enthusiast overclocker. Why? opsi bios yang rumit (disarankan pemula tidak langsung mencoba mobo ini, bisa klenger😀 )merupakan “momok” tersendiri. harganya yang jauh dibawah mobo2 mahal, dan tentunya performa yang jauh lebih unggul (yoi, lebih unggul) dibanding mobo2 mahal tersebut. Intinya, DFI cocok bagi overclocker sejati. Ready 2 challange? 8)RAM: disaranin pake Team xtreem (bukan dark) ,dll. buat yang pengen OC lebih dalem lagi..
cuma kalian pasti sering denger yang namanya Micron. apaan sih itu? itu adalah chipset yang berada di dalam keping ram tersebut. Memori Team Xtreem misalnya, memakai chip yang sudah sangat terkenal buat kemampuan overclock nya, yaitu D9GMH. (kalo team xtreem dark pake promos)
seri chipset micron yang paling tinggi itu D9GKX. cuma harganya mahal boo….

Langkah 3 – Persiapan mental sebelum OC

Mengapa harus persiapan mental? Coz..kalo mental kalian kurang, sulit rasanya bisa mencapai kepuasan maksimal dalam OC.dan ingat, OC itu trial n error. sekali lagi, trail n error. jadi jangan nanya, “spec saya gini, gini, gini…..bisa diOC ampe berapa yah?” lo mesti nyoba ndiri baru tau berapa kemampuan maksimal dari kompie u.

1. OC itu ada untung ruginya, dan memang ada kemungkinan komputer kalian kurang stabil, tapi dibalik itu semua kalian bakal nemuin performa procie kalian yang berbeda daripada sebelumnya. tentu saja lebih bagus, mana mungkin ada orang yang nge-overclock agar kompienya jadi lemot?😀

2. Jangan cepet puas dengan ANGKA GENAP, karena belum tentu angka itu adalah KEMAMPUAN MAKSIMAL processor kalian. Maksudnya? kebanyakan orang akan berhenti nge-OC apabila udah mencapai hasil 2GHz ato 3Ghz misalnya. Enggak salah sih, tapi darimana kita tahu kalo angka itu adalah hasil maksimal procie kita tanpa kita coba? Jadi, coba terus sampe kalian ketemu hasil yang bener” maksimal, di sinilah kepuasan maksimal itu kalian dapatkan.

3. Ngga semua processor yang sama bisa di-OC dengan frekuensi yang sama pula. Misal, core2duo E8500 yang hasil setelah overclocknya dari 3,16 GHz jadi 6,2 GHz belum tentu sama dengan E8500 yang kita pake. Mengapa? Karena semua procie itu pada dasarnya dibuat dalam wadah yang sama, setelah itu baru dites pada level mana dia dites dan bisa melalui tes tersebut. Misal, procie E2xxx dites, dan apabila bisa melewati tes 1,8 GHZ maka procie itu diberi label E2180 (2,0GHz), jika hanya 1,8 GHz ato 1,6GHz maka akan diberi label E2160 dan E2140.

4.CARI TAHU DIMANA TOMBOL/JUMPER CLEAR CMOS!!!
Kalo kalian gak tahu dimana bagian ini, lebih baik urungkan niat kalian buat OC. Kenapa? bisa berabe kalo ternyata settingan kalian gagal,dan gak bisa masuk bios, gak tahu dimana tombol clear cmos, ke laut aja.hehe,becanda kawan😀

Biasa tombol/jumper clear cmos ada di deket batere bios.

Cara gantinya? ubah posisi jumper dari 1-2 ke 2-3, trus tekan power (biasanya gak nyala) dan kembalikan lagi posisi jumper dari 2-3 ke 1-2. Berarti kalian udah mengembalikan settingan bios ke settingan awal, kalo di hape namanya restore factory settings.
Udah sedikit ngerti?ayo kita lanjut lagi…

Langkah 4 – Mulai nge-OC

Selamat datang di menu BIOS (baca: Basic Instruction Operating System). Di sini tempat kalian nge-OC processor kalian untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Bingung di menu BIOS? Coba kalian cari yang baris pertama bagian kiri, nah biasa di situ yang mengandung informasi tentang processor kalian, misal frekuensi komputer kalian, multiplier, voltase,dll. Gak semuanya menu BIOS tentang procie bro” dan sis” ada di menu kiri paling atas,coba” aja buka” sendiri. Tenang koq, selama kalian gak nge-save perubahan yang gak sengaja kalian buat, it’s ok..

4.1 Ngubah freq procie
Ubahlah freq procie kalian sedikit demi sedikit, setiap 10MHz ato 5MHz cukup, lebih bagus kalau 2-3Mhz,lalu save and exit. Apabila dikemudian ternyata gak bisa masuk bios, ato ada bunyi” yang aneh, apa yang harus kalian lakukan? Itu tandanya settingan kalian tidak bisa dijalankan oleh motherboard. Udah tau kan apa yanh harus dilakukan? ubah posisi jumper, dan ngeset lagi deh.

4.2 Ngatur rasio perbandingan FSB:RAM
Ini buat apa sih? Gunanya agar memori yang kalian gunakan tidak akan menjadi hambatan ketika nge-OC. Kebanyakan orang mengeluh karena memorinya gak kuat.Mengapa memoriku gak kuat?biasanya karena freq procie kalian tidak bisa dijalankan..liat bentar deh ke bawah:

DDR2-PC6400 artinya memori berjalan di 6400:8 = 800MHz
DDR2-PC5300 artinya memori berjalan di 5300:8 = 667MHz
DDR2-PC4200 artinya memori berjalan di 4200:8 = 533MHz

Kesimpulan? Kemampuan memori berjalan dilihat dari PC6400,PC5300,PC4200 trus dibagi 8.

Gimana caranya tahu freq memori kalian dengan freq procie?
Sebagai contoh aku gunakan E2160 (9x200MHz).
Rasio 1:1 — Apabila FREQ PROCIE 200MHz, maka FREQ RAM dikali 2, yaitu 400MHZ.
Rasio 3:2 — Apabila FREQ PROCIE 200MHz, maka FREQ RAM ( 2 dikali 3 dibagi 2, hasilnya 3 ), yaitu 600MHZ.
Rasio 4:5 — Apabila FREQ PROCIE 200MHz, maka FREQ RAM ( 2 dikali 4 dibagi 5, hasilnya 1,6 ), yaitu 320MHZ.
Rasio 2:1 — Apabila FREQ PROCIE 200MHz, maka FREQ RAM ( 2 dikali 2 dibagi 1, hasilnya 4 ), yaitu 800MHZ.

4.3 Koq kompie gw gak mau nyala? Windows gw tiba” ada layar biru?
Itu tandanya ada settingan yang salah dengan bios kalian. Biasanya disertai dengan bunyi” aneh u/ mobo tertentu. Lho koq bisa? Jangan panik dulu bro, itu cuma kesalahan kecil koq. Masalah ada macem” yang bikin kompie bro gak nyala,berikut ini masalah yang biasa terjadi selama kesalahan kecil dalam OC.
1. Memori gak kuat ngangkat, disebabkan oleh freq memori yang terlalu tinggi/rendah dibandingkan dengan freq standar. Contoh, ddr2 pc 5300 (667 MHz) apabila dijalankan di freq >700MHz (kira”) kadang” bisa error. Gak semua memori kaya begini koq, tergantung merek memorinya juga sih. Standarnya seh begini bro.
2. Masuk sih ke bios, tapi waktu masuk windows ada blue screen ( ada tulisan “Windows memory dump” )
Nah kalo ini masalah terletak pada voltase yang dialokasikan untuk cpu dan memory anda, ( untuk OC yang extreme masalah juga berkaitan dengan voltase northbridge dan southbridge )
Naikin aja voltase memory dan cpu bro SEDIKIT demi SEDIKIT. Jangan terlalu lebih, kenapa? Biar cpu bro gak overheated / terlalu panas, yang dapat memicu kerusakan. Naikin aja sekitar 0,01-0,05v (procie) dan 0,1-0,2v (memory). PERHATIIN JUGA SUHU PROCESSOR KALIAN!
Jangan liat suhu procie di bios, coz kadang” bisa menipu. Pake aja software standar, seperti coretemp. DL aja ke link di bawah:
core Temp
3. Kompie gak bisa nyala nih!!! Kebanyakan orang stres gara” mengira kalo ada komponen yang rusak apalagi kalo ternyata itu milik orang laen. 😀
Ngga koq bro, masalah terletak pada CLEAR CMOS. Cukup mengubah posisi jumper dari 1-2 ke 2-3 (liat di bagian atas ya bro, udah aku ketik)
maka bios akan kembali ke settingan semula. Ada sih cara laen yang repot, yaitu ganti batere bios ( CR2032 ).
Setelah clear cmos diluncurkan(hehe..) maka bios akan kembali ke settingan awal pabrik, dan tentunya settingan OC kalian juga ilang. Terus? Ya OC lagi aja… Cape deh? Ya emang, namanya ovverclocker itu kudu sabar bro🙂

NOTE: Ketika nge-OC kompie kalian,ingetin ya, kalo bro pikun tulis aja di kertas (kalo pikun aja, yang gak pikun diapalin aja luar kepala) berapa freq dan voltase yang TERAKHIR dipakai. Ini buat mempermudah bro” aja sekalian, biar gak lupa settingan terakhir sebelom gagal.

5. Hore! Gw udah ketemu settingan max buat procie gw, dan sekarang kompie gw udah di-OC ampe … GHZ!
Selamat ya bro! 1 tahap udah dilewati ( mustinya 4 tahap ya? ) dan ada tahap selanjutnya setelah procie kalian ter-OC.
Nih..
1. Stabil gak procie kalian jalan di freq segitu?
Kebanyakan procie awalnya stabil setelah di-OC ( masuk windows, jalanin beberapa aplikasi, dsb. ) tetapi sebenarnya gak cuma bangsa 10 menit-30 menit buat ngeliat kompie kalian stabil ato gak jalan di freq segitu, tetapi butuh waktu sekitar 7-8 jam.
Pengalaman : ( kompie gw pas di-OC ke 3500MHz dari 1800MHz awalnya stabil, eh setelah dipake sana-sini, buat maen game, aplikasi photo, dll. tiba” setelah sekitar 4 jem nge-hang dan ada tulisan “windows memory dump”. So? ya gw turunin deh freq nya, coba jalan di 3350MHz. Stabil pada freq segini, dibuktikan dengan seharian dinyalain oke aja tuh. )
2. SUHU again..
Ini bukan sang SUHU (dewa) tapi temperatur procie kalian..😀😀
Jangan terlalu panas juga ya bro suhu procie kalian, MAX ada di 60C lah buat kegiatan sehari-hari di ruangan non-AC. Kalo sampe lebih, mending turunin dikit deh bro freq procie, biar gak cepet rusak.

6. Beberapa link software terkait dengan OC

cpu-z (approx. 513kb)
core temp (approx. 91kb)
clock gen (approx. 322kb)
crystal cpuid (approx. 563kb)
super pi (approx. 71kb)
sisoftware sandra (approx. 1410kb)

PERHATIAN!!!
Saat kita OverClocking diharapkan kita dapat meng-Overclocking secara bertahap…JANGAN LANGSUNG KITA TINGGI setting Kecepatan Processornya….hal ini dapat menimbulkan ketidakstabilan processor dan menyebabkan komputer HANG….

NOTE:
FSB untuk di intel. sedangkan pada AMD namanya HT/Hyper transport…..
SUMBER :http://www.koc2.com

Categories: Tips dan trik
  1. efendi
    November 15, 2010 at 10:54 am

    cara msuk k menu Bios nya gmn bro????
    pusing gw,,,
    gw pake mobo biostar G31-M7 TE,,,

    • November 28, 2010 at 6:40 am

      biasanya sih DEL, F1, F2, F10, Crtl+Shift+Del. klo gak mau masuk jg, cabut aja battray cmosnya. trus tunggu 5 menit, baru pasang lagi. baru coba tekan lagi tombolnya….semoga membantu..🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s